Peran Seorang Area Manager dalam Industri Retail Khususnya Apotek

 

Dunia retail manapun tidak hanya apotek seringkali dikaitkan dengan target penjualan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Cara untuk mencapai target penjualan ini biasanya diberikan kepada seorang area manager. Seorang Area Manager salah satunya harus mampu memastikan angka penjualan meningkat serta memiliki tanggung jawab yang tidak boleh dihiraukan.

 

Tanggung jawab seorang Area manager selain memastikan tercapainya target penjualan yakni menjalankan SOP di gerai, mengembangkan keilmuan SDM, membuat kebutuhan stok konsumen selalu terjaga, menjaga pengalaman konsumen dan masih banyak lagi.

 

Sehingga timbullah pertanyaan bagi para penggiat retail. Sebenarnya apa peran seorang Area manager yang industri ini?

Pada artikel ini akan secara komprehensif membahas tentang peran Area Manager mulai dari tanggung jawab, keterampilan yang dibutuhkan hingga tantangan apa saja yang akan ia hadapi.

 

Apa Peran Area Manager pada Industri Retail Khususnya Apotek?

Perusahaan diharuskan menyusun strategi bisnis untuk jumlah outlet yang sangat banyak. Bagi kalian yang belum tahu, rata-rata perusahaan retail memiliki outlet sebanyak 50 - 1.000 outlet. Sedangkan, pada perusahaan saya saat ini memiliki 800 apotek yang tersebar di seluruh pelosok negeri. Strategi yang telah dibuat oleh kantor pusat ini yang nantinya akan dieksekusi oleh seorang Area manager.

 

Seorang Area Manager pada industri apotek seperti saya ini membuat tanggung jawab nya menjadi lebih kompleks jika dibandingkan retail lainnya. Saya tidah hanya berfokus pada penjualan serta ketersidaan stok, melainkan menjaya kualitas pelayanan kesehatan, kepatuhan regulasi yang dibuat oleh kementrian kesehatan serta menjaga kepercayaan konsumen terhadap brand kita.

 

Sehingga akhirnya, seorang Area Manager sudah tidak menjadi seseorang yang hanya mengawasi operasional berjalan. Namun, menjadi pemimpin yang akan selalu memastikan strategi yang telah dibuat dapat diimplementasikan ke masing-masing outlet.

 

Pengertian Area Manager

Bagi kalian yang belum tahu, pernahkan anda berpikir dari banyaknya outlet retail di kota ini siapakah yang mengelolanya? Jika iya, berarti anda tidak sendirian. Karena pertanyaan ini adalah hal umum bagi yang belum terjun ke industri retail. Pada dasarnya, Area manager yang akan bertanggung jawab atas beberapa outlet bisa dimulai dari kota hingga sekitarnya. Seorang Area Manager diharuskan untuk mampi mengelola berbagai outlet di bawah koordinasinya

 

Pastinya peran seorang Area Manager berbeda dengan store manager yang hanya fokus pada satu outlet saja. Area Manager dituntut dapat melihat gambaran besar dari jumlah outlet yang berbeda dan harus mendalami akar masalah per masing-masing. Sehingga tupoksi Area Manager lebih besar dibandingkan store manager yang dimana tidak hanya mengelola toko melainkan membangun ekosistem operasional yang tersistematis.

 

Tanggung Jawab dari Seorang Area Manager

1. Tercapainya Target Penjualan yang Ditetapkan.

Tanggung jawab yang pertama serta utama harus memastikan tercapaianya target penjualan. Tapi, yang harus diketahui bahwa target penjualan ini tidak hanya menjadi tugas Area Manager. Melainkan, salah satunya tugas dari tim yang ada di outlet.

 

Dalam tercapaianya target penjualan, seorang Area Manager harus selalu mempertanyakan berbagai hal. Mulai dari Mengapa Penjualan Menurun? Produk apa saja yang tidak ada? Apakah promosi berjalan dengan efektif? dll. Dari berbagai pertanyaan inilah nantinya Area Manager akan mengambil keputusan berdasarkan data yang diperoleh dan bukan sekedar asumsi.

 

2. Mengembangkan Keilmuan SDM

Perlu diketahui bahwa bisnis retail khususnya apotek tidak akan bertahan sangat lama tanpa adanya peran dari SDM. Sehingga dengan memiliki tim yang berkualitas akan membuat bisnis berkembang ke arah yang lebih positif. Oleh karena itu, Area Manager tidak hanya menjadi eksekutor strategis melainkan mentor bagi tim.

 

Beberapa aktivitas yang bisa dilakukan oleh Area Manager dalam mengembangkan keilmuan SDM dengan melakukan coaching ke Store Manager, mengevaluasi peforma penjualan, mengidentifikasi kebutuhan pelatihan hingga menyiapkan calon pemimpin store manager. Dari aktivitas ini akan membuat tim memiliki kualitas dibandingkan lainnya hingga menciptakan operasional lebih stabil serta berkelanjutan.

 

3. Mengelola Persediaan Stok Agar Terus Ada di Outlet

Bagi saya, ketersedian stok harus selalu diadakan pada masing-masing apotek. Hal ini akan berdampak langsung kepada kepuasan konsumen dan nantinya akan menciptakan penjualan. Dengan memastikan stok selalu ada serta sesuai kebutuhan dengan kebutuhan konsumen yang nantinya tidak akan membebani modal.

 

 

Mengelola persedian bisa dimulai dengan melakukan monitor terhadapa produk apa saya yang terjual cepat hingga lama terjual, obat yang mendekati kadaluarsa, persentasi ketersediaan produk per masing-masing kategori hingga akurasi produk yang diadakan sesuai dengan konsumen. Dengan mengelola stok yang baik secara tidak langsung menjadi strategi dalam meningkatkan penjualan hingga tercapainya efisiensi operasional.

 

4. Keputusan Harus Berdasarkan Data

Dengan berkembangnya industri retail saat ini, pengambilan keputusan berdasarkan intuisi serta pengalaman sudah tidak relevan. Saat ini, kemampuan membaca berbagai data menjadi standar utama yang tidak boleh diabaikan. Dengan mampunya membaca berbagai data nantinya akan mengambil keputusan yang tepat.

 

Tapi, dalam membaca data ini tidak boleh salah. Beberapa indikator yang harus dipantau adalah penjualan harian, pertumbuhan omset, margin, produktivitas tim hingga keluhan konsumen. Indikator-indikator ini akan membuat Area Manager lebih tepat dalam mengambil keputusan dan lebih cepat tindakan perbaikannya.

 

Tantangan Area Manager di Industri Retail Apotek

Industri Retail merupakan tempat yang dipenuhi dengan tantangan. Banyak sekali permasalahan yang berbeda tiap harinya. Salah satunya tantangan yang akan dihadapi yaitu progress kompetitor yang makin masif, perubahan perilaku konsumen, kosongnya produk, target bisnis yang terus meningkat hingga regulasi pemerintah yang berubah-ubah.

 

Dalam banyaknya tantangan pada apotek membuat Area Manager harus menjaga keseimbangan dari pencapaian target jangka pendek dan pertumbuhan bisnis jangka panjang. Hal inilah yang membuat peran Area Manager di apotek makin terasa.

 

Studi Kasus Sederhana

Studi kasus sedeharna bagi seorang Area Manager yaitu bayangkan ada outlet yang secara omset mengamali penurunan selama 2 bulan berturut-turut. Seorang Area manager tidak boleh menyimpulkan bahwa tim di outlet melakukan penjualan yang kurang baik. Pertama-tama. Area Manager haru melakukan evaluasi dengan menjawab pertanyaan sebagai berikut:

Apakah jumlah konsumen menurun?

Apakah produk dengan kontribusi penjualan terbesar tersedia?

Apakah ada perubahan pola belanja konsumen?

Apakah terdapat kompetitor baru di sekitar outlet?

Apakah jadwal kerja tim sudah optimal?

Apakah produk yang di outlet selalu tersedia?

 

Setelah Area Manager bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan sekarang masuk ketahap analisis. Dari beberapa pertanyaan di atas, bagian mana yang paling berdampak pada turunnya omset selama dua bulan berturut-turut. Sebagai contoh, bahwa penyebab utama terjadi penurunan karena rendahnya tingkat ketersediaan produk.

 

Sehingga solusi yang bisa diambil dengan cara menentukan produk-produk apa saja yang bisa diadakan di masing-masing outlet.

Setelah menentukan produk yang bisa diadakan, tahapannya tidak selesai di situ. Melainkan harus dievaluasi produk yang ditambahkan dan jika perlu dapat menambah buffer stock. 

 

Dari kasus sederhana ini dapat ditarik kesimpulan bahwa keputusan berbasis data akan jauh efektid jika dibandingkan dengan asumsi.

 

Kesalahan yang Sering Dilakukan Area Manager

Seorang Area Manager pun tidak luput dari kesalahan yang telah dilakukan. Kesalahan yang lumrah dilakukan oleh Area Manager yakni terlalu fokus pada pencapaian omset tanpa memperhatikan operasional, mengambil keputusan berdasarkan asumsi hingga tidak melakukan monitor kepada peforma penjualan.

 

Oleh karena itu, diperlukan Checklist guna melakukan evaluasi peforma Area Manager. Berikut checklist evaluasi yang bisa dilakukan:

- Apakah seluruh outlet mencapai target yang ditetapkan?

- Outlet mana yang mengalami penurunan performa?

- Apakah produk utama memiliki tingkat ketersediaan yang baik?

- Apakah sudah dilakukan coaching kepada Store Manager?

- Apakah terdapat tindak lanjut yang jelas dari hasil evaluasi minggu sebelumnya?

 

Dengan melakukan langkah di atas akan membantu Area Manager untuk memastikan permasalahan tidak terhenti dan terus berlanjut menjadi aksi nyata.

 

Kesimpulan

Setelah anda membaca artikel di atas, apa pendapat anda tentang peran Area Manager dalam industri retail khususnya apotek?

Menurut saya, Area Manager diharuskan menjadi penghubung antara kantor pusat serta tim di outlet. Selain menjadi penghubung, Area Manager harus berfokus pada omset serta permasalahan lainnya demi keberlangsungan bisnis serta kepuasan konsumen.

 

Selain itu, di tengah industri retail farmasi yang semakin dinamis. Area Manager harus dapat mengambil keputusan berdasarkan data, mengembangkan keilmuan tim, menjaga ketersediaan produk dan menjaga operasional tetap berjalan demi terciptanya bisnis yang berkelanjutan.